Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

20 Juli 2018

Zonasi Versus Prestasi

Pemikiran dan gagasan Prof. Dr. Cecep Darmawan yang dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat. Kali ini pada edisi Kamis, 19 Juli 2018 menyoroti seputar PPDB.

Tema yang sedang mendapat perhatian masyarakat terkait Zonasi. Prof. Cecep mengambil judul Zonasi Versus Prestasi.

Bagi yang ingin membaca tulisannya dapat mengklik gambar pada kliping di bawah ini.


04 April 2017

Cecep: "Mahasiswa Diharapkan Lebih Lekat dengan Media Tulisan"

BANDUNG, (PRLM).-Mahasiswa diharapkan untuk membiasakan diri membuat karya tulisan. Kebiasaan menulis itu akan merefleksikan nilai intelektual yang dimiliki mahasiswa.


Menurut Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan, hasil karya tulis yang dipublikasikan, baik yang dimuat di media massa maupun dijadikan buku itu akan mendapat apresiasi lebih dari publik.

Terlebih, kata dia, semangat mahasiswa yang masih mempunyai pola pikir idealis akan lebih baik jika dituangkan ke dalam sebuah karya tulis. "Karya tulis akan lebih efektif daripada melakukan demo," ujar Cecep, seusai Acara Pemberian Penghargaan bagi Mahasiswa UPI yang Berprestasi, dengan tema "Meningkatkan Kreatifitas dan Softskill dalam Rangka Mewujudkan UPI yang Pelopor dan Unggul," di Gedung BPU UPI, Bandung, Kamis (23/12).

Cecep mengungkapkan, sebuah karya tulisan yang dipublikasikan pada media massa dinilai lebih efektif daripada aksi demo. Hal ini disebabkan penuangan pemikiran melalui tulisan yang komprehensif mampu diterima dengan baik oleh publik.
Selain itu, pemikiran dan kritik bermakna idealis yang sering disuarakan mahasiswa juga akan menjangkau khalayak lebih luas , karena penyebaran media massa yang menjangkau banyak wilayah. “Media massa banyak memberikan tempat bagi para penulis tanpa melihat dia dosen ataupun mahasiswa. Saya melihat karya tulis mahasiswa banyak yang dimuat di media dan isinya bagus, bahkan lebih bagus daripada dosen,” katanya.

Oleh karena itu, ia menginginkan para mahasiswa untuk lebih lekat dengan media tulisan. (A-196/kur)***

Sumber: Pikiran Rakyat

02 April 2017

Jadikan Tradisi Pesantren Ruh di Sekolah dan Perguruan Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pengasuh Pesantren Mahasiswa DKM Al Muhajirin Cipaku Bandung, Cecep Darmawan mengungkapkan sekolah dan perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan pesantren. Sebab sekolah mendidik insan untuk menjadi ilmuwan dan cendekiawan ulil albab. Oleh karena itu, tradisi pesantren mestinya menjadi ruh bagi institusi pendidikan formal.

“Tradisi pesantren alias pesantrian mestinya menjadi ruh bagi institusi pendidikan formal dalam mngelola manajemen pembelajaran pendidikannya dan bagaimana pola asuh guru dan dosen dengan siswa seperti kiyai dan santri,” ujarnya, Kamis (22/10).


Ia menuturkan, keteladanan menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan. Namun, saat ini kondisi pendididkn formal telah tergerus nilai-nilai materialisme dan pragmatisme. Sehingga tujuan pendidikan hanya sebatas kertas ijasah, kalkulasi nilai atau IPK.


“Orientasinya hasil bukan proses. Institusi pendidikan layaknya pabrik-pabrik yang rapuh,” katanya.



Sumber: Republika


31 Maret 2017

Para Guru Dituntut Berani Menulis di Media Massa

BANDUNG, EDUNEWS.ID–Para guru apalagi guru besar harus memberanikan diri untuk mulai menulis di media massa. Soal baik atau buruknya sebuah tulisan yang dihasilkan merupakan sebuah proses.

“Bahkan kalau perlu buat buku atau jurnal dan ketika ada yang mencemooh dengan mengatakan tulisannya jelek, maka jawab lah jelek-jelek juga sebuah buku atau jurnal,” kata guru besar UPI Bandung, Cecep Darmawan, dalam seminar Komunitas Pegiat Literasi Jabar (KPLJ) di Balai Bahasa Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Minggu (19/2/2017).

Lebih jauh Cecep Darmawan mengatakan, pekerjaan menulis adalah bagian hidup dari seorang guru sebagai jalan ibadah baginya.

“Menurut saya menulis ide atau pemikiran merupakan dakwah yang bernilai ibadah. Jangan takut untuk menulis sebab ini ibadah,” ucapnya.

Demikian pula dengan kewajiban guru besar untuk menulis di jurnal ilmiah dan mengadakan penelitian, menurut Cecep, tak perlu dengan risau.

“Kerjakan saja yang bisa kita lakukan. Kalau sudah terbiasa tidak akan menjadi sebuah masalah,” katanya

18 Desember 2010

Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Masih Rendah

Tingkat penulisan karya ilmiah mahasiswa di Indonesia dinilai masih rendah akibat kurangnya motivasi dan contoh dari para pengajar terutama guru atau dosen.

Pernyataan itu, disampaikan Cecep Darawam dari Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Senin (2/3).

Workshop Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional dengan kegiatan pemberian materi tentang cara-cara tepat dalam pembuatan karya ilmiah, tips dan trik membuat karya ilmiah yang berkualitas di selenggarakan di UPI Bandung diikuti ratusan mahasiswa.

"Seorang mahasiswa harus menunjukkan idealismenya dengan membuat karya ilmiah yang berkualitas," kata Cecep Darmawan.

Menurut dia, karya ilmiah sangat penting dalam mewujudkan suatu ide dan kreativitas yang akan mendorong kecerdasan intelektual mahasiswa.

Karya ilmiah selalu dikaitkan dengan tulis-menulis dan hal itu sangat mudah dilakukan bagi mahasiswa yang senang membaca dan memahami fenomena.

"Seseorang tidak akan bisa menulis dengan baik jika tidak pernah membaca atau peka terhadap fenomena," ucapnya.

Menulis akan menjadi sulit kalau tidak mempunyai referensi atau informasi yang banyak. selain itu, harus aktif dan selalu mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

Dikatakan, keterampilan menulis adalah kemampuan terakhir seseorang setelah membaca, mendengar, berpikir, dan merenungi. Menulis itu bisa membuka dunia dan peradaban baru.

Sebagian mahasiswa beranggapan membuat karya tulis ilmiah sangat sulit dan membutuhkan waktu yang maksimal sedangkan tugas sebagai mahasiswa sangat padat.

"Saya merasa sulit membuat karya tulis ilmiah karena butuh waktu yang banyak dan harus fokus tapi saya berusaha untuk terus berkarya di dunia kepenulisan," ujar seorang mahasiswa dari Univeristas di Bandung disela-sela seminar.

Para peserta tampak antusias dalam berpartisipasi dan mengikuti workshop.

Seminar Karya tulis ilmiah ini diharapkan mampu memotivasi para mahasiswa untuk terus berkarya dalam penelitian dan jumlah karya tulis ilmiah bisa terus meningkat.

Copyright © Cecep Darmawan | Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia