Tampilkan postingan dengan label Kiprah Alumni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiprah Alumni. Tampilkan semua postingan

09 September 2018

Cecep Darmawan Jadi Ketua Tim Seleksi Anggota KPU Jabar 3

Tim seleksi (timsel) meliputi 12 provinsi (16 timsel) yang akan mencari calon anggota KPU provinsi, kabupaten/kota 2018-2023 resmi dilantik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta, Minggu malam (9/9/2018).  Dalam keputusan KPU RI nomor 178/PP.06-Kpt/05/KPU/IX/2018  itu Prof. Dr. H. Cecep Darmawan, S.Ip., M.Si., M.H., termasuk salah satu yang diberi amanat menjadi timsel Jabar 3 yang meliputi Kabupaten Subang, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.
 

"Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi anggota timsel dan sudah dilantik Ketua KPU minggu kemarin dan saya satu-satunya dosen UPI yang lolos seleksi kali ini. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran praktika manajemen politik yang baik sekaligsus membawa kebaikan bagi penyelenggaraan pemilu yang akan datang,” ujar guru besar ilmu politik UPI yang juga Sekjen IKA PKn UPI tersebut. 

Cecep juga didaulat menjadi Ketua Timsel Jabar 3. Ia bertugas untuk menyeleksi calon anggota KPU Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka,  dan  Kabupaten Kuningan. “Semoga tugas berat ini dapat saya tunaikan dengan baik. Mohon do’a dari rekan-rekan IKA PKn UPI,” terangnya.

Sebagai informasi, timsel untuk gelombang VI berjumlah 16 jajaran, berasal dari 12 daerah antara lain Provinsi Sumatera Utara (Kab Batubara, Kab Padang Lawas Utara/timsel 1), Provinsi Bangka Belitung (Kab Belitung/timsel 1), Provinsi Bengkulu (Kab Bengkulu Selatan/timsel 1), Provinsi Jambi (Kab Merangin, Kab Kerinci, Kota Jambi, Kota Sungai Penuh/timsel 1),KPU  Provinsi Banten (Kab serang, Kota Tangerang, Kota Serang/timsel 1), Provinsi Jawa Barat (Kab Ciamis, Kota Banjar, Kab Pangandaran/timsel 1), (Kab Bogor, Kota Banung, Kota Bogor/timsel 2), (Kab Majalengka, Kab Kuningan, Kab Subang/timsel 3).
 

Segenap keluarga besar IKA PKn UPI turut bersyukur dan bangga. “Saya senang pak sekjen dipercaya oleh KPU RI menjadi timsel. Semoga sukses,” tutur Deni Kurniawan As’ari yang juga Wakil Sekjen IKA PKn UPI.

26 April 2018

Kota Cirebon dan UPI Bersinergi dalam Pembangunan Daerah

Cirebon, UPI
Pjs Walikota Cirebon Dr. H. Dedi Taufikkurohman, M. Si., menerima audiensi Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan, dan Pendidikan Kedamaian LPPM UPI Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., M.Si.,  beserta Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kependudukan, Peranan Wanita, dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Industri Pariwisata Juju Masunah M.Hum., Ph.D., dan Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat, Kewirausahaan, dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Dra. Katiah, M.Pd., di Kantor Walikota Cirebon Jalan Siliwangi No. 84 Kebun Baru, Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (19/4/2018).

Dalam kesempatan tersebut, para Kepala Pusat Kajian LPPM Universitas Pendidikan Indonesia  menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pjs Walikota Cirebon Dr. H. Dedi Taufikkurohman, M. Si., yang berkenan menerima kunjungannya. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan, dan Pendidikan Kedamaian LPPM UPI Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., M.Si., mengatakan bahwa khusus untuk Kota Cirebon, dengan kepemimpinan Pjs Walikota Cirebon Dr. H. Dedi Taufikkurohman, M. Si., yang visioner diharapkan Kota Cirebon lebih maju lagi. Ditegaskannya,”Kebijakan penataan kota dann menggali potensi-potensi daerah merupakan kebijakan Pjs Walikota yang luar biasa. Meski begitu beberapa problema kota akan dicari solusinya Bersama-sama antara Pemerintah Kota dan UPI.”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Pjs Walikota Cirebon Dr. H. Dedi Taufikkurohman, M. Si., mengatakan bahwa sektor pendidikan di daerah masih memerlukan perhatian khusus. Pendidikan memang gratis, tetapi transportasi yang berbayar, ini yang menjadi batu sandungan.
“Pemerintah Kota Cirebon sedang mengembangkan smart city, yaitu membangun sebuah kampung IT yang bisa masuk pada slum area, suatu daerah yang sifatnya kumuh tidak beraturan. Smart city dimaksudkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), program tersebut kami beri nama Progam Internet dari Langit, ujarnya.”

Lebih lanjut dikatakan, potensi perguruan tinggi di cirebon sangat bagus, nantinya akan manjadi center of knowledge, dan UPI dapat membantu, berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah kota. Perlu pemikiran yang visioner, jika dipikirkan sendiri akan terjadi keterlambatan dan menghambat. Kita harus berdayakan masyarakat. Pemerintah Kota Cirebon sangat pro poor, pro gender, dan pro environment, serta mengusung FFUN atau Fashion, Food, Unique, and Nature. Pergerakannya harus melibatkan para akademisi.

 “Pertemuan itu harus membuahkan hasil, bagaimana memberdayakan perguruan tinggi dalam penataan Kota Cirebon. Perlu dikolaborasikan untuk membangun Cirebon, karena ke depan wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning) akan membentuk Metropolitan Cirebon Raya. Oleh karena itu harus disinergiken dengan infrastruktur yang ada, serta perlu dukungan dengan keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, kemudian adanya pelabuhan internasional. Jika rating mendekati optimal lebih dari 12 tahun, maka ini perlu kita banggakan untuk menjadi sebuah prestasi,” ungkapnya. (dodiangga)

Sumber:  http://berita.upi.edu/kota-cirebon-dan-upi-bersinergi-dalam-pembangunan-daerah/

Copyright © Cecep Darmawan | Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia